Master Jasa SEO Murah Profesional Indonesia

Jumat, 08 Desember 2017

Sesuatu yang menakutkan untuk para blogger atau webmaster adalah deindex Google. Diawali dengan menurunnya trafik secara drastis. Pelan tapi pasti artikel kita menghilang dari mesin pencari google. Meski alamat web masih bisa diakses melalui selain dari search engine atau melalui browser, tetapi semua artikel atau kontent sudah dibuang oleh search engine, tidak akan ditemukan oleh pengguna internet yang mencari melalui search engine, tidak ada gunanya lagi. Total kita tidak bisa mendapatkan visitor satupun yang berasal dari lalu lintas organik Google search, tentu ini menjadi masalah besar buat pemiliknya. Lantas masih bisakah kondisi ini diperbaiki atau dipulihkan seperti semula? Silakan simak ulasannya.

Untuk mengecek sebuah blog, cara termudah mengetahui terkena deindex atau tidak adalah menggunakan query penelusuran dengan mengetikkan "site:http://alamatdomainAnda" di google. Untuk hasil lebih jelas lagi anda bisa gunakan query pada salah satu artikel Anda, (menggunakan URL artikel) untuk melakukan cek misal "site:urlartikelAnda" Jika nanti hasilnya muncul tulisan tidak cocok dengan dokumen apapun artinya Blog Anda positif terkena deindex. Selain cara diatas, anda bisa melakukan cek melalui halaman Search Console, buka di Lalu Lintas Penelusuran lalu pilih Tindakan Manual. Jika hasilnya muncul "Tidak ditemukan tindakan webspam manual" itu artinya belum fatal.

Mungkin anda akan mendapati penjelasan Google yang sedikit membingungkan, perlu pencarian lebih jauh. Kesalahan setting robot teks noindex misalnya. Pada blog, Google menyediakan fitur bernama robot.txt. Robot ini untuk mengatur perintah apakah blog boleh diindeks atau tidak oleh robot crawling, silakan cek di dashboard anda. Untuk selain blog, deindex bisa terjadi pada nama domain yang expired, segeralah perpanjang domain. Penyebab berikutnya adalah server Crashes atau down. Faktor ini juga bisa menjadi penyebab deindex yaitu broken Link. Link keluar yang ada pada sebuah artikel bisa jadi sudah banyak yang mati atau berasal dari link yang dianggap untrusted.

Lihat salah satu web terbaik di jajaran jasa seo Indonesia.

Broken link tidak disukai oleh mesin pencari dan mengurangi simpati Google terhadap alamat tersebut. Solusinya gunakan Search Console (Google Webmaster Tool) atau link checker gratis untuk memeriksa semua link yagng bersemayam di blog atau web Anda. Penyebab berikutnya adalah Outbound link berlebihan dalam waktu singkat. Google menganggap ini sebagai aktivitas yang melanggar sebagai jual-beli link. Google lebih suka backlink alami dari orang-orang yang terkesan dengan konten Anda. Layanan positif kepada pengunjung lah yang akan mendongkrak peringkat website Anda. Percayalah, link buatan justru dapat mematikan blog Anda. Hati hati dengan link tersembunyi (hidden link) ternyata ini juga salah satu penyebab deindex.

Baca juga Peran Penting Backlink.

Berikut ini beberapa faktor lain yang turut andil menjadi penyebab deindex google. Konten miskin kualitas, ejaan dan tata bahasa yang kacau, tidak jelas tidak bisa dipahami oleh google sehinggga menyebabkan penalty. Link Afiliasi berlebihan akan memberatkan loading sehingga otomatis akan terlempar dari penelusuran. Konten hasil duplikat bukan hal yan baik karena melanggar hak orang lain dan juga aturan google. Auto Generated Content menjadi musuh bagi google, content yang mengambil dari artikel situs satu ke situs lain lalu dijadikan satu menjadi content baru dengan bantuan software.  Lihat juga layanan jasa cuci sofa. Semua hal diatas menjadi faktor penyebab deindex google yang paling berpengaruh.


Konsultan Internet Marketing Terbaik UKM dan Perusahaan di Indonesia. Follow Me https://www.facebook.com/yohan.yonathan

0 komentar:

Posting Komentar